Tari Penthul Marucul adalah salah satu kesenian tari topeng tradisional khas Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tarian rakyat ini menggambarkan karakter pemuda desa yang sederhana, setia kawan, serta jenaka. Dalam pertunjukannya, tari ini menonjolkan ekspresi ceria dan gerakan yang sangat atraktif serta energik.
Asal-usul dan Filosofi Cerita Panji
Kesenian ini berakar kuat dari khazanah lokal Bumi Panji. Secara filosofis, tari Penthul Marucul diinspirasi oleh Serial Cerita Panji. Karakter "Penthul Marucul" di dalam cerita melambangkan para petinggi kerajaan yang turun langsung ke masyarakat bawah untuk melihat kondisi riil rakyatnya secara langsung. Simbol ini dibawakan lewat penari bertopeng dengan pembawaan merakyat yang jenaka untuk mencairkan suasana namun tetap sarat akan pesan moral kesetiaan kawan.
Ciri Khas & Koreografi Pertunjukan
Tari Penthul Marucul memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari tarian topeng daerah lain:
- Penggunaan Topeng Ekspresif: Para penari mengenakan topeng khusus (Penthul) dengan karakter wajah yang unik, jenaka, dan ekspresif.
- Gerakan yang Energik & Kolosal: Gerakannya dirancang sangat dinamis. Ketika dipentaskan secara kolosal, para penari kerap membentuk formasi melingkar beraksi bersama, bahkan menyuguhkan atraksi mendebarkan seperti tugu manusia bersusun tiga tingkat sambil memainkan Gunungan Wayang di puncaknya.
- Kostum Dominan Merah: Penari umumnya tampil mengenakan kostum tradisional berwarna cerah atau merah yang memberikan kesan bersemangat di atas panggung.
Ikon Kebanggaan Kabupaten Kediri
Tarian ini telah menjadi agenda budaya tahunan yang sangat bergengsi di Kediri. Salah satu pementasan paling monumental terjadi pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1214 di area monumen Simpang Lima Gumul (SLG), di mana tarian ini dibawakan secara kolosal oleh 1.214 pelajar dan anak-anak cilik sekaligus. Kesenian ini juga sering didelegasikan untuk tampil di tingkat nasional, salah satunya dalam unjuk budaya Jawa Timur di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Tarian ini terinspirasi dari lakon legendaris Cerita Panji. Dalam kesenian Jawa, karakter Penthul sering dipasangkan dengan karakter Tembem sebagai sosok abdi atau pengawal.
Berikut adalah beberapa karakteristik dari Tari Penthul Marucul:
Makna Karakter: Tarian ini secara khusus menggambarkan sosok pemuda desa yang sederhana, sangat setia kawan, dan memiliki tingkah laku yang jenaka.
Ciri Khas Topeng: Penari mengenakan topeng komikal (biasanya dominan warna putih atau cerah) dengan mata melotot, hidung membulat, dan gigi yang terlihat lucu.
Pertunjukan Kolosal: Di Kediri, Tari Penthul Marucul sangat ikonik karena sering dipentaskan secara massal—melibatkan ribuan penari dari kalangan pelajar—untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kediri di area Monumen Simpang Lima Gumul.
