Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Metode Diskusi pada Materi Sujud Syukur, Sahwi, dan Tilawah

PENDAHULUAN

Materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah merupakan bagian penting dalam pembelajaran agama Islam, khususnya dalam membentuk karakter dan akhlak mulia pada peserta didik. Di SMPN 1 Kandat telah ditemukan beberapa masalah, diantaranya yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik yaitu kurang dari 40% yang tuntas dalam penilaian harian pada materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah serta kurangnya aktivitas pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara langsung sehingga membuat mereka merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar. Rendahnya hasil belajar pada materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran agama Islam. Peserta didik menjadi kurang memahami tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan ibadah yang benar, sehingga berpotensi melakukan kesalahan dalam beribadah. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang inovatif menjadikan peserta didik kurang antusias belajar. Hal tersebut membuat mereka tidak bisa memahami materi pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar yang rendah.

Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam bentuk angka-angka atau skor setelah diberikan tes hasil belajar pada setiap akhir pembelajaran (Dimyati dan Mudjiono, 2006). Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik, meliputi: kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. Sedamgkan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang memengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menghadapi masalah ini, diperlukan solusi yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.  Salah satu metode yang dianggap efektif adalah metode diskusi. Metode diskusi adalah suatu teknik pembelajaran yang memuat suatu masalah dengan melakukan pertukaran pendapat, menghasilkan pemikiran, serta pengujian pendapat yang dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam kelompok tersebut untuk mencari kebenaran (Nisa et al., 2022). Melalui diskusi, peserta didik diberi kesempatan untuk bertukar pikiran, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pandangan orang lain. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta memperdalam pengalaman belajar mereka. Selain itu, metode diskusi juga mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, karena mereka merasa lebih dihargai dan dilibatkan dalam proses belajar. Dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar-mengajar, metode diskusi tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga mengembangkan berbagai keterampilan penting yang dibutuhkan peserta didik di masa depan. Oleh karena itu, metode diskusi dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar peserta didik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah kelas VII B semester ganjil SMP Negeri 1 Kandat tahun pelajaran 2024/2025.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode atau rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada model Kemmis & Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi.

Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII B SMP Negeri 1 Kandat Kediri tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 32 peserta didik; 15 peserta didik laki-laki dan 17 peserta didik perempuan.

Untuk pengumpulan data, instrumen yang akan digunakan meliputi tes atau penilaian sumatif, lembar observasi untuk peserta didik, serta lembar observasi untuk guru.  Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik, guru, dan teman sejawat dan kolaborator.

Analisis data pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mencari rata-rata kelas pada setiap siklusnya dan prosentase tingkat keberhasilan kelas. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah hasil belajar mencapai ketuntasan klasikal minimal 80% dan peserta didik mendapat nilai 75 atau lebih pada saat evaluasi. Selain itu partisipasi dan keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, khususnya dalam kegiatan diskusi menimal dalam kategori Baik.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan yang terdiri dari pra siklus, sikus I dan siklus IId, terdapat peningkatan setiap proses pembelajaran berturut-turut seperti terlihat pada persentase pencapaian hasil belajar peserta didik. Nilai rata-rata peserta didik serta skor observasi guru dan peserta didik antara siklus pertama dan siklus kedua, seperti terlihat pada tabel berikut ini:

 

KKM

Frekuensi

Presentase

Kategori

75

12

37,5 %

Tuntas

75

20

62,5 %

Belum Tuntas

Jumlah

1900

Rata-rata

59,375

Tabel 1. Disitribusi ketuntasan belajar Pra Siklus

 

KKM

Frekuensi

Presentase

Kategori

75

22

68,75 %

Tuntas

75

10

31,25 %

Belum Tuntas

Jumlah

2270

Rata-rata

70,94

Tabel 2. Disitribusi Ketuntasan Belajar Siklus I

 

Siklus

Objek Pengamatan

Skor

Kategori

I

Peserta didik

15

Cukup

Guru

32

Cukup

Tabel 3. Disitribusi Observasi Siklus I

 

KKM

Frekuensi

Presentase

Kategori

75

22

87,5 %

Tuntas

75

10

12,5 %

Belum Tuntas

Jumlah

2720

Rata-rata

85,00

Tabel 4. Disitribusi Ketuntasan Belajar Siklus II

 

Siklus

Objek Pengamatan

Skor

Kategori

II

Peserta didik

20

Baik

Guru

38

Baik

Tabel 5. Disitribusi Observasi Siklus II

Tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran. Rata-rata nilai peserta didik berturut-turut dari penilaian Pra Siklus, siklus I dan siklus II yaitu 59,75 menjadi 70,94 dan 85,00. Sedangkan persentase dalam hasil belajar siswa pada Pra siklus sebesar 37,5%, siklus I sebesar 68,75% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 87,5%. Dapat dilihat pada diagram berikut ini.

Grafik 1. Presentase Hasil Belajar

Peningkatan persentase hasil belajar belajar peserta didik sejalan dengan peningkatan proses pembelajaran. Baik guru maupun peserta didik dalam proses pembelajaran dari siklus pertama sampai dengan siklus kedua mengalami peningkatan. Skor nilai observasi guru dari siklus I dengan skor 32 mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 38 dengan kategori Baik. Selanjutnya skor sikap peserta didik berturut-turut dari siklus I dan siklus 2 yaitu 15 mengalami peningkatan menjadi 20 dengan kategori Baik.

Berdasarkan perbandingan data hasil belajar peserta didik pada pra siklus, siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar PAIBP pada materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah peserta didik kelas VII B SMP Negeri 1 Kandat tahun pelajaran 2024/2025.

 

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian penerapan metode diskusi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas VI B Semester Ganjil SMP Negeri 1 Kandat mata pelajaran PAIBP materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah, dapat dinyatakan berhasil karena persentase dari pra siklus, siklus I dan siklus II mengalami kenaikan dan besarnya persentase tingkat ketuntasan berturut-turut dari pra siklus mencapai 37,5%, siklus I mencapai 68,75 %, siklus II mencapai 87,5 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar PAIBP pada materi sujud syukur, sahwi, dan tilawah peserta didik kelas VII B SMP Negeri 1 Kandat tahun pelajaran 2024/2025.

 

DAFTAR RUJUKAN

Adi, Rosidah. dkk. 2024. Penerapan Metode Diskusi Kelompok Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII F di SMP Negeri 1 Diwek Tahun Ajaran 2023/2024. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol. 09 No. 02.

Afandi, Muhamad. dkk. 2013. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: Unissula Press.

Dimyati, Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Gari, Arliman. 2023. Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi dalam Meningkatkan Hasil Belajar PPKN di SMA Swasta Kampus Teluk Dalam. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Vol 4. No 1.

Hamalik. 2001. Teknik Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Martiana.

Jihad, Asep. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.

Purwanto, Ngalim. 2012. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suryadi, Rudi Ahmad dan Sumiyati. 2021. Buku Siswa PAIBP Kelas VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Shoimin, Aris. 2014. Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yokyakarta: Ar-Ruz Media.

Syafawani, Nura dan Risma Tri Handini. 2024. Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Menerapkan Metode Diskusi pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Rukhsah Kelas VII Semester 2 SMP Plus Bina Pandu Mandiri 2023/2024. Jurnal Kreativitas Mahasiswa. Vol 2, Nomor 02.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana.

Wasliman. 2007. Modul Problematika Pendidikan Dasar, Sekolah Pascasarjana. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.