Membuat dan Memperagakan Model Peredaran Darah Sederhana


Peredaran darah sering terasa abstrak bagi siswa. Mereka hafal bahwa jantung memompa darah, tetapi sulit membayangkan mengapa darah mengalir satu arah dan apa gunanya katup. Model sederhana dari selang dan pompa karet membuat konsep itu bisa dilihat dan dirasakan langsung. Seluruh bahan bisa dibeli di toko perlengkapan ikan hias dan toko kelontong, dengan biaya sekitar Rp50.000–Rp80.000 per model.


Tujuan Pembelajaran

  • Menjelaskan fungsi jantung, arteri, vena, kapiler, dan katup.
  • Menelusuri jalur aliran darah dari jantung, ke seluruh tubuh, lalu kembali ke jantung.
  • Menjelaskan mengapa katup diperlukan agar darah mengalir satu arah.


Bahan dan Alat

BahanBerperan sebagai
1 bola pompa karet (pompa pipet besar, bola pembersih telinga ukuran besar, atau botol remas kecil)Jantung
2 katup searah selang aerator akuariumKatup jantung
Selang aerator bening, sekitar 2 meterPembuluh darah
Spons cuci piring kecil atau segumpal kapas dalam botol bening kecilKapiler / jaringan tubuh
Air, pewarna makanan merah, dan 1 ember kecilDarah
Papan kardus atau triplek, lakban, spidol merah dan biru, selotip kertasDudukan dan label


Cara Membuat

  1. Siapkan dudukan. Gambar siluet tubuh sederhana pada papan, lalu tandai posisi jantung di dada.
  2. Pasang jantung. Sambungkan satu katup searah ke tiap sisi bola pompa. Arah panah pada katup harus mengikuti arah aliran: masuk dari satu sisi, keluar dari sisi lain.
  3. Buat jalur keluar (arteri). Sambungkan selang dari katup keluar ke botol kapiler. Tandai selang ini dengan spidol atau selotip merah.
  4. Pasang kapiler. Letakkan spons atau kapas di dalam botol kecil agar air tampak merembes dan mengalir pelan.
  5. Buat jalur kembali (vena). Sambungkan selang dari botol kapiler ke katup masuk jantung. Tandai dengan warna biru.
  6. Isi dan uji. Isi sistem dengan air berwarna, buang gelembung udara, lalu tekan bola pompa berulang kali. Air seharusnya bergerak searah dan terus berputar.

Catatan penyederhanaan. Model ini menunjukkan satu lingkaran peredaran darah. Pada tubuh manusia terdapat dua lingkaran (peredaran darah kecil ke paru-paru dan besar ke seluruh tubuh). Guru dapat menambahkan lingkaran kedua dengan model kedua, atau menjelaskannya lewat gambar. Warna merah dan biru pada model hanya penanda arah, sebab air di dalam selang tidak berubah warna.


Cara Memperagakan di Kelas (±40 menit)

Siswa memperagakan model peredaran darah dari botol plastik dan selang pada papan kardus.
Gambar: Siswa memperagakan model peredaran darah dari botol plastik dan selang pada papan kardus.

1. Pemantik (5 menit)

Minta siswa meraba nadi di pergelangan tangan dan menghitung denyutnya selama 15 detik. Tanyakan: "Apa yang sedang kamu rasakan ini?"

2. Perkenalan model (5 menit)

Tunjukkan model yang belum diisi air. Minta siswa menebak bagian mana mewakili jantung, arteri, vena, kapiler, dan katup. Catat tebakan di papan tulis.

3. Peragaan inti (10 menit)

  • Tekan bola pompa perlahan. Siswa mengamati arah aliran air.
  • Tekan lebih cepat. Hubungkan dengan denyut jantung saat berlari.
  • Jepit selang merah dengan jari. Tanyakan apa yang terjadi, lalu kaitkan dengan penyumbatan pembuluh darah.
  • Jika ada katup cadangan, lepas satu katup dan perlihatkan aliran yang bolak-balik. Dari sini siswa menyimpulkan fungsi katup.

4. Siswa mencoba (10 menit)

Bagi kelas menjadi kelompok. Setiap kelompok bergantian memompa, mengamati, dan mengisi lembar pengamatan: jalur aliran, apa yang berubah saat dipompa cepat, dan apa fungsi katup.

5. Penguatan (5 menit)

Kelompok menempelkan label nama bagian di model, lalu guru meluruskan miskonsepsi. Yang paling sering muncul: anggapan bahwa darah "habis" di kapiler, atau bahwa vena selalu berwarna biru.

6. Kuis (5 menit)

Lanjutkan dengan lima soal di bawah. Siswa memilih jawaban langsung di layar, dan penjelasan muncul setelah mereka menjawab.


Tips Keselamatan dan Perawatan

  • Lakukan peragaan di atas nampan agar tumpahan mudah dibersihkan.
  • Gunakan pewarna makanan, bukan tinta, supaya aman bila terkena kulit.
  • Bilas selang dengan air bersih setelah dipakai agar tidak berlumut dan pewarna tidak menempel.